Istilah sampah pasti sudah tidak asing lagi ditelinga. Jika mendengar istilah sampah, pasti yang terlintas dalam benak adalah setumpuk limbah yang menimbulkan aroma bau busuk yang sangat menyengat. Sampah diartikan sebagai material sisa yang tidak diinginkan setelah berakhirnya suatu proses. Sampah adalah zat kimia, energi atau makhluk hidup yang tidak mempunyai nilai guna dan cenderung merusak. Sampah merupakan konsep buatan manusia, dalam proses-proses alam tidak ada sampah, yang ada hanya produk-produk yang tak bergerak .
Dalam kehidupan manusia, sampah
dalam jumlah besar datang dari aktivitas industri, misalnya pertambangan,
manufaktur, dan konsumsi. Hampir semua produk industri akan menjadi sampah pada
suatu waktu, dengan jumlah sampah yang kira-kira mirip dengan jumlah konsumsi.
Laju pengurangan sampah lebih kecil dari pada laju produksinya. Hal ini lah
yang menyebabkan sampah semakin menumpuk di setiap penjuru kota.
Besarnya timbunan sampah yang tidak
dapat ditangani tersebut akan menyebabkan berbagai permasalahan baik langsung
maupun tidak langsung bagi penduduk kota apalagi daerah di sekitar tempat
penumumpukan. Dampak langsung dari penanganan sampah yang kurang bijaksana
diantaranya adalah berbagai penyakit menular maupun penyakit kulit serta
gangguan pernafasan, sedangkan dampak tidak langsungnya diantaranya adalah
bahaya banjir yang disebabkan oleh terhambatnya arus air di sungai karena
terhalang timbunan sampah yang dibuang ke sungai.
Selain dampak yang telah disebutkan
tadi, secara tidak langsung sampah yang menumpuk akan berpengaruh pada
perubahan iklim akibat adanya kenaikan temperatur bumi atau yang lebih dikenal
dengan istilah pemanasan global.
Ada beberapa cara pengurangan sampah yang lebih baik dari
pembakaran yaitu seperti yang diterangkan dalam web wahli. Ada empat prinsip
yang dapat digunakan dalam menangani maslah sampah ini. Ke empat prinsip
tersebut lebih dikenal dengan nama 4R yang
meliputi:
1 Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin
lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak
kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.
2 Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin
pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian
barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat
memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
3 Recycle
(Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi,
bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah
banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah
menjadi barang lain.
4 Replace
(Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang
barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama.
Juga telitilah agar kita hanya memakai
Recycle (mendaur ulang) juga sering disebut mendapatkan kembali
sumberdaya (resource recovery), khususnya untuk sumberdaya alami. Mendaur ulang
diartikan mengubah sampah menjadi produk baru, khususnya untuk barang-barang
yang tidak dapat digunakan dalam waktu yang cukup lama, misalnya kertas,
alumunium, gelas dan plastik. Langkah utama dari mendaur ulang ialah memisahkar
sampah yang sejenis dalam satu kelompok.
Composting merupakan proses pembusukan secara alami dari materi
organik, misalnya daun, limbah pertanian (sisa panen), sisa makanan dan
lain-lain. Pembusukan itu menghasilkan materi yang kaya unsur hara, antara lain
nitrogen, fosfor dan kalium yang disebut kompos atau humus yang baik untuk pupuk
tanaman.
Tentunya cari ini akan lebih baik
digunakan dari pada dengan cara pembakaran. Karena selain mengurangi efek
pemanasan global dengan mengurangi volume gas karbondioksida (CO2 ) yang
dihasilkan, cara ini tidak mempunyai efek samping baik bagi masyarakat ataupun
lingkungan. Seperti kata pepatah pencegahan penyakit akan lebih baik dari pada
mengobatinya. Kata bijak ini juga bisa digunakan dalam strategi penanganan
sampah yakni mencegah terbentuknya sampah lebih baik dari pada
mengolah/memusnakan sampah. Karena bagaimanapun mengolah/ memusnahkan sampah
pasti akan menghasilkan jenis sampah baru yang mungkin saja lebih berbahaya
dari sampah yang dimusnakan. Jadi mari mulai sekarang kita bebenah diri untuk
mengurangi hal-hal yang bisa membentuk sampah.





0 komentar:
Posting Komentar