Kelangkaan bahan bakar minyak, yang disebabkan oleh kenaikan harga minyak dunia yang signifikan, telah mendorong pemerintah untuk mengajak masyarakat mengatasi masalah energi bersama-sama
Penghematan ini
sebetulnya harus telah kita gerakkan sejak dahulu karena pasokan bahan bakar
yang berasal dari minyak bumi adalah sumber energi fosil yang tidak dapat
diperbarui (unrenewable), sedangkan permintaan naik terus, demikian pula
harganya sehingga tidak ada stabilitas keseimbangan permintaan dan penawaran.
Salah satu jalan untuk menghemat bahan bakar minyak (BBM) adalah mencari sumber
energi alternatif yang dapat diperbarui (renewable).
Sebetulnya
sumber energi alternatif cukup tersedia. Misalnya, energi matahari di musim
kemarau atau musim kering, energi angin dan air. Tenaga air memang paling
banyak dimanfaatkan dalam bentuk pembangkit listrik tenaga air (PLTA), namun
bagi sumber energi lain belum kelihatan secara signifikan.
Energi
terbarukan lain yang dapat dihasilkan dengan teknologi tepat guna yang relatif
lebih sederhana dan sesuai untuk daerah pedesaan adalah energi biogas dengan
memproses limbah bio atau bio massa di dalam alat kedap udara yang disebut
digester. Biomassa berupa limbah dapat berupa kotoran ternak bahkan tinja
manusia, sisa-sisa panenan seperti jerami, sekam dan daun-daunan sortiran sayur
dan sebagainya. Namun, sebagian besar terdiri atas kotoran ternak.
Ada dua tipe
alat pembangkit biogas atau digester, yaitu tipe terapung (floating type) dan
tipe kubah tetap (fixed dome type). Tipe terapung dikembangkan di India yang
terdiri atas sumur pencerna dan di atasnya ditaruh drum terapung dari besi
terbalik yang berfungsi untuk menampung gas yang dihasilkan oleh digester.
Sumur dibangun dengan menggunakan bahan-bahan yang biasa digunakan untuk
membuat fondasi rumah, seperti pasir, batu bata, dan semen. Karena dikembangkan
di India, maka digester ini disebut juga tipe India. Pada tahun 1978/79 di
India terdapat l.k. 80.000 unit dan selama kurun waktu 1980-85 ditargetkan
pembangunan sampai 400.000 unit alat ini.
Tipe kubah
adalah berupa digester yang dibangun dengan menggali tanah kemudian dibuat
bangunan dengan bata, pasir, dan semen yang berbentuk seperti rongga yang ketat
udara dan berstruktur seperti kubah (bulatan setengah bola). Tipe ini
dikembangkan di China sehingga disebut juga tipe kubah atau tipe China (lihat
gambar). Tahun 1980 sebanyak tujuh juta unit alat ini telah dibangun di China
dan penggunaannya meliputi untuk menggerakkan alat-alat pertanian dan untuk
generator tenaga listrik.
Di dalam
digester bakteri-bakteri methan mengolah limbah bio atau biomassa dan
menghasilkan biogas methan. Dengan pipa yang didesain sedemikian rupa, gas
tersebut dapat dialirkan ke kompor yang terletak di dapur. Gas tersebut dapat
digunakan untuk keperluan memasak dan lain-lain. Biogas dihasilkan dengan
mencampur limbah yang sebagian besar terdiri atas kotoran ternak dengan
potongan-potongan kecil sisa-sisa tanaman, seperti jerami dan sebagainya,
dengan air yang cukup banyak.
Untuk pertama
kali dibutuhkan waktu lebih kurang dua minggu sampai satu bulan sebelum
dihasilkan gas awal. Campuran tersebut selalu ditambah setiap hari dan sesekali
diaduk, sedangkan yang sudah diolah dikeluarkan melalui saluran pengeluaran.
Sisa dari limbah yang telah dicerna oleh bakteri methan atau bakteri biogas,
yang disebut slurry atau lumpur, mempunyai kandungan hara yang sama dengan
pupuk organik yang telah matang sebagaimana halnya kompos sehingga dapat
langsung digunakan untuk memupuk tanaman, atau jika akan disimpan atau
diperjualbelikan dapat dikeringkan di bawah sinar matahari sebelum dimasukkan
ke dalam karung.
Pembangkit
biogas juga cocok dibangun untuk peternakan sapi perah atau peternakan ayam
dengan mendesain pengaliran tinja ternak ke dalam digester. Kompleks perumahan
juga dapat dirancang untuk menyalurkan tinja ke tempat pengolahan biogas
bersama. Negara-negara maju banyak yang menerapkan sistem ini sebagai bagian
usaha untuk daur ulang dan mengurangi polusi dan biaya pengelolaan limbah. Jadi
dapat disimpulkan bahwa biogas mempunyai berbagai manfaat, yaitu menghasilkan
gas, ikut menjaga kelestarian lingkungan, mengurangi polusi dan meningkatkan
kebersihan dan kesehatan, serta penghasil pupuk organik yang bermutu.





0 komentar:
Posting Komentar